Muslim di Tiongkok pada Masa Pendudukan Jepang

Niujie, Beijing

Kawasan Niujie di Beijing adalah salah satu pemukiman muslim tertua yang ada sejak dahulu. Beberapa aktivitas kegiatan muslim di Niujie pada masa pendudukan Jepang.

Qur’an di Niujie, Dicetak oleh Beiping Chengda Normal Publishing. 1939.
Papan perunggu Halal di sebuah kedai makanan. 1941.
Seorang Muslim di Niujie. 1939.
Berwudhu. 1939.
Berkumpul untuk mengaji al Qur’an. 1941.
Foto dua jamaah masjid Niujie. 1941.
Khutbah Jum’at, 1941
Ulama memberikan ceramah di Masjid Niujie. 1941.
Adzan di menara masjid. 1941.
Pembacaan Al Qur’an diatas mimbar. 1941.

Masjid Tianqiao (Dirubuhkan), Beijing

Sebagian besar tempat islami di kota tua Beijing dibangun pada Dinasti Ming, sementara sebagian besar masjid di pinggiran kota dikembangkan pada Dinasti Qing. Karena revolusi Republik Tiongkok, beberapa masjid baru dibangun, yang paling terkenal adalah Masjid Tianqiao.

Masjid Tianqiao pada bulan Maret 1939
Masjid Tianqiao pada Juli 1941

Zhangjiakou

Zhangjiakou / 张家口 merupakan nama dari sebuah kota setingkat prefektur yang terletak di provinsi Hebei barat laut di Tiongkok Utara, kota ini berbatasan dengan Beijing di tenggara, Mongolia Dalam di utara dan barat, dan Shanxi di barat daya. Berikut beberapa foto kegiatan warga muslim.

Manufaktur Karpet. 1938
Berwudhu. Juni 1938
Suasana sebuah Masjid di Zhangjiakou. Juni 1938
Suasana sebuah Madrasah di Zhangjiakou. Juni 1938
Anak kecil membaca teks arab. Juni 1938

Hohhot, Inner Mongolia

Menara di atas gerbang Masjid Gansui di Hohhot pada November 1939. Masjid Gansui, juga dikenal sebagai “Masjid Utara”, dibangun pada Dinasti Qing (periode Kaisar Xianfeng) dan awalnya merupakan sekolah dasar Islam. Pada tahun 1921, Tokoh muslim Li Fengzao dan Su Jinpo (Pengikut ajaran baru, yaitu Ikhwani/Yihewani), yang datang ke Hohhot dari Barat Laut Tiongkok, bergabung dengan Muslim Yihewani setempat untuk membeli 12 hektar di Kebun Sayur Wangjia, sepuluh kamar di Jalan Waitong, Beimen, Suiyuan. Setelah tiga setengah tahun pembangunan, akhirnya selesai, dan diberi nama “Masjid Gansui”, umumnya dikenal sebagai Masjid Utara. Sejak saat itu, Masjid Utara menjadi pusat pengajaran Hohhot Yihewani.
Pada tahun 1962, Masjid Utara dihancurkan, dan kemudian digabungkan dengan Masjid Barat, sebagai Masjid Barat Laut, dan dibangun kembali pada tahun 1986.

Minaret Masjid Utara di Hohhot, Inner Mongolia. 1939

--

--

Typography & Design

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store